Langsung ke konten utama

Sekadar celotehan tentang cinta


Sekadar Coletahan Tentang Cinta

Manusia adalah makhluk yang tercipta karena cinta, dan selanjutnya menjadi sumber dari cinta itu. Cinta dan manusia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan oleh apapun bahkan jika manusia itu sendiri menafikkan bahwa dirinya sudah lepas dari cinta. Memang ada beberapa kejadian, manusia melakukan sesuatu tindakan yang terlihat seperti tidak ada cinta didalam dirinya, mereka bukan tidak memiliki cinta, hanya saja, cinta yang ada pada dirinya dipendam sedalam-dalamnya hingga tidak mampu muncul ke permukaan dikalahkan oleh kemarahan dan atau yang lainnya, ada banyak kemungkinan penyebabnya, bisa karena manusia tersebut memiliki riwayat traumatik seperti kekerasan, penolakan dan lain sebagainya.

       Namun, cinta adalah cabang ilmu yang paling rumit dari cabang ilmu romansa yang lainnya. Jika kamu berlebihan dalam cinta maka bersiaplah tenggelam didalamnya dan bahkan mayatmu tidak akan pernah ditemukan. Sebaliknya jika kamu kekurangan asupan cinta maka yang terjadi adalah kelakuan membabi buta tanpa kesadaran atau lebih buruk lagi yaitu dilakukan dengan kesadaran.Cinta itu seperti kita menikmati semangkuk bakso, ada yang menikmati bakso dengan saos atau perpaduan antara saos dan kecap atau bahkan ada yang tidak menggunakan keduanya sama sekali atau putihan kata orang-orang ditempatku, mungkin di daerah lain juga sama penyebutannya, ada yang menikmati dengan ditambah lontong, ada juga yang tidak. Artinya cinta di tiap orang berbeda-beda, masing-masing memiliki jalan yang tidak boleh di intervensi oleh siapapun.

Namun, Persepsi mempengaruhi definisi cinta yang membuat cinta semakin bertambah kerumitannnya. Contohnya dalam mendidik anak, akan hadir berbagai persepsi cinta dalam mendidik anak, ada beberapa orang tua yang mendidik anaknya dengan ketegasan yang begitu kuat, bagi sebagian orang tua yang lain mendidik anak dengan ketegasan yang kuat adalah bentuk degradasi cinta tapi bagi yang melakukan itu, mendidik dengan cara seperti itu adalah bentuk cinta yang paling tulus karena anak akan terlatih dan siap hidup di kehidupan yang keras.

Kesimpullannya adalah manusia dan cinta tidak dapat dipisahkan. Didalam setiap kehidupan manusia, cinta tidak akan pernah absen untuk mewarnainya. Cinta disetiap diri manusia pasti berbeda beda pengertiannya tergantung persepsi dari diri masing-masing namun disitulah letak indahnya cinta. Sekian.

Tulisan ini hanyalah sebuah celotehan, latar belakang tulisan ini adalah hanya agar otak saya tidak kaku.
   
     


Komentar